Sunday, October 31, 2010

Bertanya (tentang) Cinta

Kau tanya padaku apa itu cinta.

Aku termenung
Tak sepatah pun keluar dari bibirku.

Cinta itu apa?”

Pertanyaan yang sama sudah kuulang entah berapa ribu kali kepada diriku sendiri, dan aku masih tak paham.

Adakah ia desir-desir aneh yang merambati hatimu saat kau lihat pujaanmu berdiri tak jauh darimu?

Adakah ia getar-getar geli yang membuat harimu jadi indah ketika mendengarnya menyebut namamu?

Adakah ia bahagia yang mengusikmu dan memunculkan senyum di wajahmu yang biasa kelabu?

Adakah ia air mata yang menyusuri lekuk pipimu saat rindu menyerang, pertengkaran melahirkan gundah dan perpisahan terucap?

Adakah ia semburat panas di dadamu ketika melihatnya bersama orang lain dan bahagia tanpamu?

Adakah ia amarah yang tak bisa kau jelaskan, seribu perasaan yang tak bisa kau gambarkan dan jutaan cahaya dalam matamu saat kalian bertatapan?

Adakah ia hitam, putih, warna-warni?

Kenalkah ia pada dosa, pahamkah ia akan tabu, pedulikah ia akan benar-salah?

Entahlah.

Kau jelas bertanya pada orang yang salah, karena bahkan sufi dan pujangga gagal merangkum maknanya.

Yang kutahu cuma, ia hadir sewajar hembusan udara pagi, lenyap seperti embun di siang hari, mengalir ke mana pun ia suka. Tanpa bisa diperintah. Tanpa bisa dicangkangi. Dan kita terhanyut-hanyut di dalamnya tanpa pernah berhasil merumuskan artinya.

Yang kutahu cuma, cinta tak membiarkanmu memilih jiwa. Namun kau bisa memutuskan untuk memberangusnya atau membiarkannya tumbuh, menjaganya dengan hatimu.

Dan aku tahu ia tak pernah berjanji. Bahagia, gembira, gelisah, getir, sedih, amarah, semua bisa hadir tanpa sanggup kau pilah.

Jadi, apa itu cinta?” desakmu.

Diam adalah jawabanku.
Bukan karena angkuh namun sungguh tak paham
Puluhan tahun usiaku dan aku masih gagap mendefinisikan cinta.

Namun inilah yang bisa kukatakan kepadamu:
Barangkali cinta tak perlu ditanyakan
Alamilah sendiri. Biarkan ia menjemputmu dan kau akan tahu.


Sebuah persembahan untuk sahabat yang tengah jatuh cinta—perempuan beruntung yang saya sayangi. Semoga diberkahi kebahagiaan. :-)

-----

Gambar dipinjam dari sini.

10 comments:

soclose29 said...

SEPAKAT! mengartikan cinta itu dengan mengalaminya sedangkan pikiran manusia haus selalu bertanya akan artinya *ehmm iya g sih

Poppus said...

j, gw reflek bersenandung "baruu aku taauu cintaa itu apaa" lagunya indah dewi pertiwi hahahahaha. Padahl gw baru baca kalimat pertama

eka said...

another great note that make me always want to visit this blog....tanyakan pada dunia apa itu cinta....

vivi said...

sebuah tulisan manis yg kubaca di tengah persiapan aku menikah ;) terimakasih

yanshiying said...

splendid!

hend' said...

masihkah cinta,yaa..klo perih yg terasa,
berusaha tetap setia,
mencoba lebih melayani?
atau...kesia-siaan dan kebodohan tetap brtahan disana?
...........

sebuah renungan yg mungkin bisa di share..:)

Anonymous said...

suka banget tulisannya :)

blueismycolour said...

spechless...
merinding bacanya! >,<
menyentuh banget, JJ! cool...

Anonymous said...

Forever thankful for this one, Jen.

-that other girl-

july and june said...

mba jenny, aku suka tulisannya mba. mba, aku sebenernya suka nulis tapi suka kehilangan mood buat nulis. minta sarannya dong mba supaya punya semangat buat nulis.