Wednesday, October 3, 2007

Di Bawah Langit (Tanpa) Bintang

Kemarin malam, saya duduk sendirian di teras rumah seorang teman. Sambil mengeringkan rambut yang basah setelah keramas, saya menengadah ke langit.

Kosong. Yang ada cuma hamparan gelap dengan dua titik cahaya. Sesepi rumah yang sedang saya tunggui, yang ditinggalkan pemiliknya mudik ke Jawa Tengah.

Sumpah, susah banget nemu langit berbintang di kota yang penuh polusi seperti Jakarta. Tapi, somehow saya merasa cukup dengan keheningan yang tenteram itu.

Kemarin, saya lelah berpikir. Lelah mempertanyakan segala sesuatu. Lelah menguras emosi.

Saya hanya ingin beristirahat dan membiarkan sel-sel otak bernafas lega.

So there I was, sitting alone. Menikmati setiap menit yang diberikan malam sunyi tanpa bintang.

Dan saya merasa damai.

Sesaat, saya ingin waktu berhenti supaya saya bisa lebih lama menikmati keheningan itu. Keheningan yang menggerakkan saya untuk memulai dialog sederhana dengan Sang Pencipta, yang kerap terlupa oleh egoisme atas nama kesibukan.

Kemarin, saya kembali diingatkan.

Bahwa bersyukur, meski terdengar remeh, dapat mengangkat begitu banyak beban.

Bersyukur tidak menyelesaikan masalah, namun membuat kita mampu menghadapinya tanpa menjadi terlalu penat.

Bersyukur tidak menghilangkan persoalan, namun membuatnya terasa jauh lebih ringan.

Kemarin, di bawah langit tanpa bintang, saya kembali diingatkan.

Bersyukur itu tidak bisa cuma sekali.

4 comments:

ribka said...

Duh enaknya memandang langit.... Belakangan ini gw pengen banget mundur dari segala kesibukan dan kegilaan dunia sekitar gw hanya untuk pondering and reflecting my life with God. Betapa seringnya gw menghabiskan waktu untuk tuntutan2 hidup disekitar gw, ya kerjaan, keluarga, pelayanan, persahabatan, deeste, tapi sedikit yang bisa gw lakukan untuk Dia yang udah memberikan begitu banyak untuk gw bisa melakukan semua itu.

hmmpphhhhff...

jenny jusuf said...

Spending time with Him emang menyegarkan :) anyway, di satu sisi gw juga percaya, apapun yang kita lakukan, asal dikerjakan dengan hati bersih dan niat mulia, pada saat yang sama kita sedang 'mempersembahkan'nya untuk DIA juga :)

ndoro kakung said...

wah ini mah bukan cuma rada dalem, tapi dalem banget .. :Dtk

jenny jusuf said...

Makasih udah mampir, Ndoro ;)