Monday, February 11, 2008

Pengungsi ;-)

(+) “Bo, elo salah sebut..”
(-) “Apanya?”
(+) “Itu.. ‘Gong Xi’ itu mestinya dibaca ‘Kung Si’, bukannya ‘Kiong Hi’.”
(-) “Ha? Masa sih?”
(+) “Serius. Katanya itu yang betul.”
(-) “Ohh…”
(+) “…”
(-) “Kita emang bener-bener pengungsi, ya?”
(+) “…”

Yup, Imlek tahun ini, saya dan sepupu betul-betul menjadi pengungsi – secara pelafalan aksara Cina maupun harafiah ;-D

Sejak Jum’at lalu saya belum pulang ke rumah, karena banjir setinggi pinggang (sekarang air sudah mulai surut, tapi saya dan keluarga masih mengungsi). Tapi itu masih belum apa-apa –or at least I think so—karena kami masih sempat menyelamatkan barang-barang berharga ke lantai dua. Rumah sepupu saya yang berlantai satu digenangi air setinggi dada dan hampir semua barang berharganya tidak bisa diselamatkan.

Moral of the story?

Nggak ada.

Saya cuma mau titip pesan untuk bapak berkumis baplang yang pernah menggembar-gemborkan janji akan ‘Jakarta yang lebih baik’: Bangsa kita memang kuat, Pak, dan soal ketahanan mental boleh lah diadu dengan bangsa-bangsa lain yang tidak pernah ngerasain banjir setinggi dada sampai kehilangan rumah dan barang berharga, tapi mbok yaaa ooo...

Dan satu lagi, Pak, konon nih yaaa, katanya bakal segera dibangun pusat perbelanjaan (lagi) di salah satu area resapan air di Jakarta Utara. Apa betul?

Mudah-mudahan itu cuma rumor ya, Pak :-) Tapi kalau sampai kejadian, sepertinya Perda yang mewajibkan SETIAP rumah di daerah rawan banjir Ibukota memiliki MINIMAL SATU PERAHU KARET sungguh layak dipertimbangkan... :-)

4 comments:

Dodol Surodol said...

Tergantung elu bacanya pake dialek yang mana. Tulisan boleh sama, bacanya beda-beda.

~~Devita~~ said...

wakakakka.... postingan yang lucu banget..wakkaka....

Jenny Jusuf said...

Senang bisa menghibur *ALAH* ;-D

Ardee'est Things in My Life said...

"Saya cuma mau titip pesan untuk bapak berkumis baplang yang pernah menggembar-gemborkan janji akan ‘Jakarta yang lebih baik’: Bangsa kita memang kuat, Pak, dan soal ketahanan mental boleh lah diadu dengan bangsa-bangsa lain yang tidak pernah ngerasain banjir setinggi dada sampai kehilangan rumah dan barang berharga, tapi mbok yaaa ooo..."

Hihihi... Janjinya sudah melayang yang tinggal kumisnya doang...

just say Hi...

Ardian Perdana Putra