Tuesday, June 2, 2009

..--_--..

Lelah..

Kata itu terpampang di status Facebook seorang kenalan, beberapa detik setelah halaman ‘Beranda’ saya terbuka.

Hanya satu kata.

Saya termangu. Lama.



Saya juga.



Lelah menyimpan tanpa bisa mengutarakan.

Lelah menahan tanpa bisa mengungkapkan.

Lelah memendam tanpa bisa menyampaikan.



s a y a

i n g i n

s e k a l i

s a j a



mendapat kesempatan
untuk bilang



saya sayang kamu



Dan mereka bilang, mencintai itu enak.

Kentut.


-----

12 comments:

wiesty said...

duh,saya merasakan jg tuh jenny. ga enak banget ya.jatuhnya mantengin status gitu.ku pikir cuma diriku yang gini. ternyata ada temennya jg.
bener ga selamanya jatuh cinta itu enak. enak kalo dianya tau.kalo kaga.. doh repot!

okke! said...

Bilang ajeee... hari gini kok dipendem-pendem. Udah ga musim. HAHAHAHA.

Terus nikmati tanpa ekspektasi (atau tanpa ekspektasi kelewat gede).

Enak kok. :)

(apalagi kalo hasilnya sesuai ekspektasi... syedaaap...)

yang bikin kemrungsung kan ekpektasi bok.

Ksatrio Wojo Ireng said...

ayo bilang dong.. dia sebenernya udah nungguin, lho :D

Kabasaran Soultan said...

mencintai itu bikin lelah ya ?.
lalu apa hubungannya dengan kentut.

chindy said...

hubungannya dengan kentut, lelah kalo ditahan, plong saat dilepas;)

supriyanto danurejo said...

Kelelahan juga nih, ga cuma fisik namun mental gw juga lelah, lelah memendam, lelah menerima, lelah diam. Tapi setiap kali mencoba melakukan pelepasan aku tak bisa melakukannya, karena memendam, menerima dan diam telah menjadi budayaku, bukan hanya sifatku. Lelah untuk tidak membantah dan lelah selalu patuh, sekali waktu inginnya berontak. Lelahku terposisikan. Fiuhhhh kaya kentut mba Jenny yang ditahan ga keluar-keluar ^_^

ezra said...

sperti kata ami, yg ditahan-tahan tu ga baik, j. bisa menyebabkan komplikasi akut antara sakit kepala, mimpi buruk, dan ketawa ga jelas krn hal2 yang ga penting. hehe..

verifikasi: misstuir
(terjemahan: nona tua)

vida said...

setuju..
=)

lelah..
mencintai emang nggak ada indah2nya..
ups..!!

-maynot- said...

Susah nih komentar di blog loe, gak bisa pakai mobile device :)

Anyway... menurut gw sih lelah loe adalah lelah yang nikmat, Jen :) Justru karena loe gak bilang, loe masih bisa menyimpan harap yang menimbulkan semangat. Kalau loe menghilangkan lelah ini, semuanya malah jadi biasa aja - entah karena apa yang loe harapkan tercapai, atau karena harapan itu musnah ;)

natazya said...

mencintai itu enak..

kalau dicintai...

:)

i dont believe in such thing as loving without hoping for something in return

:)

31maya said...

lelah? tulis aja di wall FB ttg cintamu (semacam cara buat buang kentut...hihihi, sekali2x boleh dunk..)kali aja dia bisa hirup baunya(ups..)

tp.. mendam rasa kadang mgkn cara yg lebih nyaman dibanding dah kasep bilang stlh dipendam tahunan,ee..jatuhnya ternyata cm dianggap ga penting...weks..

Chindy Tan said...

Mencinta, hmmm...mungkin buah permenungan ini sedikit bisa memberi inspirasi ya, kebetulan nemu langsung connect sama artikelmu ini;)

Love one another, but make not a bond of love Let it rather be a moving sea between the shores of your souls. Fill each other's cup, but drink not from one cup. Give one another of your bread, but eat not from the same loaf. Sing and dance together and be joyous, but let each one of you be alone, Even as the strings of a lute are alone though they quiver with the same music. Give your hearts, but not into each other's keeping; For only the hand of Life can contain your hearts. And stand together yet not too near together; For the pillars of the temple stand apart, And the oak tree and the cypress grow not in each other's shadow. Poem by Khalil Gibran (aka Kahlil Jubran)