Thursday, January 6, 2011

Tuhanku

Kau datang padaku dan bertanya,
Apakah kau percaya Tuhan?

Tentu.
Sudah terlalu banyak kualami untuk berkata tak ada tuhan
Ia bagiku senyata embusan napas dan senyaring suaramu.

Tuhanku tak punya nabi dan rasul untuk menyampaikan pesan
Ia tak butuh sekelompok orang untuk membelanya
Dan tak merasa perlu mendirikan kerajaan di muka Bumi.

Tuhanku mencintai tanpa syarat dan tak pandang rupa
Ia tak mengenal benci dan umatnya tak perlu berjuang menyatukan perbedaan
Karena perbedaan diciptakannya untuk memberi warna dunia.

Tuhanku kutemui di mana-mana, setiap hari
Tanpa perlu kuinjak tempat ibadah, tanpa kubuka kitab suci.

Tuhanku tak minta kau percaya padanya dan tak mesti disanjung
Ia hanya ada dan cuma itu yang perlu kutahu.

Kau tanya padaku,
Apakah kau percaya Tuhan?

Tentu.
Namun barangkali
Kita tak sedang membicarakan Tuhan yang sama.


Jakarta, Januari 2011. Diiringi sebuah doa, agar tak perlu lagi darah tumpah karena Tuhanku dan Tuhanmu tak sama.

7 comments:

@whiteromantic said...

simply and deeper...

ini lah mengapa saya lbh baik jadi makhluk spritual tanpa beragama

Anonymous said...

"Kita tak sedang membicarakan Tuhan yang sama."
satu guru satu ilmu sama dee ya.. :D

Panduan SEO said...

Ada yang unik yang terkadang terjadi pada beberapa manusia, disaat senang terkadang lupa Tuhan , namun disaat sedang susah baru ingat Tuhan dan memohon pertologannya.

Anonymous said...

wahh kerennn....boleh kah saya menyadur tulisan mba kedalam blog saya??? sumber dan link asli akan tetap saya sertakan... :D

Jenny Jusuf said...

Anonymous: Silakan. Terima kasih.

Oka said...

God does exist, tp manusia yg memanggilnya dengan bberapa nama dan itu yg menyebabkan konflik, satu merasa paling benar diantara yg lainnya *sigh if only there is only one name "god" thats it! No more bloodshed, no more broken heart.
Tanx jen ur blog rocks!!!!

louisely said...

mbak jen, ijin copas, back link akan saya cantumkan thank you