Tuesday, January 30, 2007

There's A Kid In Every Grown-Up. Now and Then.


Hari ini, usia saya tambah 1 lagi. Gosh, I couldn’t believe I’m already 23!
Kayaknya baru kemarin saya berangan-angan dalam seragam sekolah, pengen cepat gede! It seemed so fun to be a grown-up. Sampai seorang teman (yang usianya sudah lebih dari kepala 2 kala itu) nyeletuk, “kamu mau cepet-cepet gede? Liat aja nanti, masuk 20 juga kamu pengen balik lagi ke masa kecil!”

Well, kalau ditanya sekarang, pilih mana?
Tentu saya akan mengakui, lebih enak jadi anak belasan tahun dalam seragam putih-abu. Segala sesuatu tampak lebih mudah, dan sederhana. Enggak perlu ribet mikir cari penghasilan, karena setiap bulan ada jatah khusus dari orangtua. Enggak perlu kerja, karena tugas kita hanya sekolah (dan dapat nilai bagus, tentunya, hehe…) Masalah yang dialami, ya paling berkutat di seputar wilayah seragam putih-abu itu. Nilai jeblok, putus pacar, berantem sama teman, diomeli ortu, dan titik. Hidup jauh lebih simpel.

Tapi, kalau kembali ke pertanyaan awal – mau pilih mana? Saya akan memilih kehidupan saya yang sekarang.
Dulu saya naif, sekarang saya lebih bijaksana. Dulu saya kekanak-kanakan, sekarang saya lebih dewasa. Dulu saya cengeng, sekarang saya lebih tough. Dulu saya bertindak sesuka hati, sekarang saya belajar merespon dengan sepatutnya. Dulu saya rapuh, sekarang saya lebih kuat. Dulu saya berada dalam cangkang kayu, kini saya siap menghadapi dunia. Semakin bertambah usia, saya belajar artinya melihat dengan mata yang bijak dan memiliki hati yang besar.

Melalui interaksi dengan berbagai jenis orang dan situasi yang berbeda, saya belajar arti kehidupan. Melalui keberhasilan, saya belajar tetap membumi. Melalui kegagalan dan rasa sakit, saya belajar arti konsistensi dan ketekunan, yang akhirnya menjadikan saya pribadi yang tidak mudah menyerah. Melalui harum bunga dan hangat mentari, saya belajar makna kebahagiaan sejati. Melalui awan gelap, saya belajar bersabar menanti pelangi. Dan hidup itu sendiri --terlepas dari apapun yang saya alami-- tetaplah indah, karena hidup adalah hadiah terbesar dari Sang Pencipta.

Sekarang saya sudah 23, dan lebih dewasa. Tapi 1 doa saya, semoga usia yang terus bertambah ini tidak membuat saya kehilangan kesederhanaan untuk menilik hidup dari mata seorang anak kecil. Mata yang penuh ketulusan dan terus berharap. Mata yang selalu murni dan penuh cinta. Mata yang tidak terkontaminasi oleh kerasnya hidup, melainkan sungguh-sungguh percaya. Mata yang tidak memandang badai sebagai sesuatu yang menakutkan, namun justru melihat asyiknya bermain hujan.


There’s a kid in every grown-up.
Semoga sisi kanak-kanak ini tidak akan pernah hilang dari diri saya.

4 comments:

meiggy said...

Jennyyy....
Happy birthday yaaa..
saya doakan,
tambah banyak berkat.
tambah umur panjang.
tambah deket sama Dia.
tambah banyak yang naksir.
cepet dapet soulmate.hehehe.
pokoknya semua yang bagus2 deh.

iya,aku juga sering kangen ke masa2 SMA tapi aku lebih suka kehidupan yang sekarang. aku tambah dewasa, tambah ngerti yang namanya tanggung jawab. suka jatuh tapi bangun lagi. lebih banyak dapet pengalaman idup.hehehe.GBU jen.miss u so much.

Anonymous said...

hey, don't let the kid in you die...
you will need her when you have your own children, to help you see the world as your children see it.
Not an easy task ..
-rudy-

Jenny Jusuf said...

I won't :))

SwEEty Gaby2 said...

kak jenny, ultah kakak samaan lho ama adikku....tapi bedanya, adikku baru umur 12 tahun 30 januari 2007 yang lalu hehe....:)