Thursday, April 26, 2007

Kenalkan, Pahlawan Saya.

Bertahun-tahun yang lalu, ketika saya masih SMP kalau nggak salah -- lagi senang-senangnya menggandrungi bintang film Asia dan membeli berbagai majalah yang memuat profil mereka – saya menemukan artikel mencengangkan tentang sepasang gadis kembar siam yang hidup dengan satu tubuh.

Waktu itu, nama mereka hanya ditulis sebagai Evy dan Betty. Tidak ada keterangan lain, yang ada hanya uraian mengenai kisah sepasang keajaiban ini -- yang tidak terlalu panjang karena mereka masih berumur 5 tahun. Tulisan dan foto-foto di sana sangat menyentuh hati sehingga saya menyimpan majalah itu secara terpisah. Bertahun-tahun kemudian kecintaan saya terhadap aktor-aktor Asia memudar, sehingga saya menyingkirkan koleksi majalah yang berdebu itu. Tapi artikel tentang Evy dan Betty tidak saya buang. Saya simpan dan masih ada hingga kini.

Selama bertahun-tahun, saya senang mengeluarkan potongan artikel itu, membacanya ulang, mengamati foto-foto di dalamnya, dan mereguk berbagai inspirasi dari kehidupan sepasang kembar yang unik ini.
Salah satu yang paling menyentuh hati saya adalah komitmen mereka untuk tidak mau dipisahkan melalui operasi. Kenapa? Karena jika pembedahan dilakukan, salah satu di antara mereka akan meninggal, dan yang lainnya hidup cacat.

Mereka ingin tetap bersama selamanya. Gadis-gadis cilik ini tahu mereka tidak akan pernah lepas dari tatapan (bahkan celaan) orang, namun toh mereka ingin terus menjelang hidup. Mereka punya cita-cita dan impian layaknya gadis-gadis kecil lain, dan mereka ingin menggapainya berdua.

Selama itu juga, berkali-kali saya bertanya dalam hati, gimana kabarnya ya mereka sekarang?
Masih hidupkah, atau sudah… ah, saya tidak mau memikirkan itu. Mudah-mudahan mereka masih hidup, dan tentunya sudah beranjak besar. Kalaupun sesuatu yang buruk terjadi, lebih baik saya tidak usah tahu. Karena saya ingin mereka tetap eksis dalam ingatan saya. Saya ingin tetap merengkuh inspirasi dari dua bocah yang lucu-lucu itu.

Semalam, ketika menunggu seorang teman di warnet, iseng-iseng saya membuka e-mail.
Ada 1 e-mail yang membuat jantung saya berdegup lebih kencang. Judulnya ‘Girl With Two Heads’. Saya membuka e-mail tersebut, dan langsung menemukan jawaban atas rasa penasaran saya selama bertahun-tahun.

Itu dia. Evy dan Betty.
Mereka masih hidup, dan sudah tumbuh dewasa.

Selama beberapa menit saya hanya memelototi gambar-gambar pada attachment dengan kegembiraan meluap-luap. Hanya 3 kata itu yang berulang kali singgah di otak saya: Mereka masih hidup.

Nama sepasang kembar siam itu Abigail Loraine Hensel dan Brittany Lee Hensel. Mereka tinggal di Amerika Serikat dan tahun ini genap berusia 17 tahun. Bocah imut-manis-menggemaskan yang saya lihat di artikel itu sudah menjelma jadi gadis remaja yang cantik dan percaya diri.

Saya menatap mata mereka. Di situ masih tersimpan harapan yang sama; mereka akan terus menjelang kehidupan berdua. Tak terpisahkan.

Ketika kembali ke rumah, dengan ‘kalap’ saya mengconnect internet dan membuka Google. Saya menemukan lebih banyak foto (yang langsung saya save di PC dengan eforia berlebihan) dan terus memandanginya. Tersenyum-senyum mirip orang gila dan mengamati foto-foto itu seolah saya bisa bicara pada mereka.

Evy dan Betty –bukan, Abigail dan Brittany--, teruslah hidup. Teruslah memberi inspirasi. Kita tidak saling kenal, namun kalian telah menularkan semangat dan makna baru dalam diri saya. Saya ingin kalian tetap hidup. Bahagia berdua, selamanya, sampai maut menjelang.”

Akhirnya, saat hendak mengetikkan beberapa address untuk memforward email tersebut, saya tercenung.
Saya menghapus judul yang tertera di sana --‘Girl With Two Heads’—dan menggantinya dengan ‘Two Heads, One Body’.

Abigail dan Brittany bukan hasil rekayasa alam yang gagal; juga bukan ‘makhluk aneh’ yang layak dijadikan tontonan. Mereka sama seperti saya; seperti kita semua.
Yang membedakan hanya, mereka telah belajar arti kehidupan sebelum Anda dan saya memahaminya.















Lala, makasih ya atas kiriman e-mailnya. You've been such a blessing to me! :)

2 comments:

Anonymous said...

Ok Jen..seneng bisa share with others..include you.
& Miss u sista!!

sepatumerah said...

whoa!
they're alive!