Monday, April 7, 2008

Tentang Bahagia dan Jatuh Hati

Saya selalu merasa bahagia waktu…

…dapat kabar dari redaksi bahwa tulisan saya akan dipublikasikan.

…naik gaji *HALAH!* ;-D

…berkumpul dengan sahabat-sahabat; dari cekikikan gila sambil membahas hal-hal yang nggak penting jaya, sampai diskusi serius ditemani secangkir kopi.

…berkenalan dengan teman-teman baru yang seru.

…badan lagi capek, suntuk plus rada meriang, tiba-tiba si Papah menelepon untuk bilang, “Udah makan belum? Istirahat gih, jangan terlalu capek.” :-)

…bertemu anak-anak kecil yang lucu dan menggemaskan (DAN tidak cengeng. Itu penting Jendral!).

…sedang jatuh hati.

Sekarang saya sedang bahagia karena 2 hal terakhir. ;-)

Sumpah, saya langsung jatuh hati waktu bertemu dia, padahal saya ditinggal tidur dengan cueknya, hehehe.

Saya. Senang. Sekali.

Melihatnya menyurukkan kepala ke tubuh ibunya dan tidur pulas di sana.
Melihat sudut-sudut bibirnya terangkat seperti mau menangis, lalu kembali tidur dengan nyenyaknya.
Melihat matanya berkedut dan dahinya berkerut dalam tidur (mimpi apa, Dek?).
Mendengarnya merengek persis sebelum dipindahkan ke boks bayi (belum puas kangen-kangenan sama Ibu ya, Dek?)
Membayangkannya tumbuh selama 9 bulan di rahim hangat sang Ibu, dan akhirnya keluar untuk menyambut dunia di Minggu pagi yang cerah.

Pipi yang masih merah. Hidung yang lucu menggemaskan. Mata yang terpejam rapat. Ujung-ujung rambut yang menyembul halus dari balik topi. Tubuh mungil yang terbungkus selimut lembut.

Mendadak saya merasa bahagia. Sepertinya dia memang dilahirkan untuk membawa kebahagiaan, persis namanya. :-)

Welcome to the world, Harsya Malik Rachmidiharja. Semoga kamu senantiasa bersinar untuk membuat dunia tersenyum.

Selamat untuk Sitta Karina (Arie) dan Trias Rachmidiharja atas lahirnya putra pertama, 6 April 2008. Semoga selalu berbahagia. :-)

*By the way, saya jadi jatuh hati juga dengan rumah sakit ini. Bo, asli, seumur-umur baru kali ini ketemu RS yang ambiance-nya nyaman dan ramah (baca: nggak ‘dingin’ dengan bau steril menusuk dan suasana depressing). Sederhana tapi hangat, dengan harga bersahabat. Gimana Djeng May, tertarik? ;-)

1 comment:

-maynot- said...

Huahaha.. baru baca yg ini, lama gak blogwalking.

RS Gandaria, gw udah pernah ke sana. Tapi jauh, bow.. dan lagi.. kalo soal hotel dan RS, selera gw agak "standar".. hehehe.. Pakemnya RS harus bau obat :lol: