Wednesday, August 12, 2009

(Semacam) Surat Terbuka ;-)

Hai, kamu yang di sana.

Makasih, lho.

Hari ini kamu berhasil membuat saya terpingkal-pingkal; antara geli, sebal, jengkel, dan bangga sekaligus.

Kenapa bangga? Karena kamu membuat saya merasa seperti selebritis. Figur publik nan ngetop yang karya-karyanya dianggap penting sampai layak dibajak.

Sejujurnya, awalnya saya mengira hal itu hanya bisa dialami oleh mereka-mereka yang sudah ditahbiskan menjadi seleblog, seperti ibu ini, ibu ini, atau ibu ini. Saya nggak nyangka ternyata blogger kemarin sore kayak saya, yang masih belajar menulis dan mengamati, bisa dianggap ‘layak bajak’, apalagi oleh blogger seperti kamu, yang punya ratusan followers. Aduh, makasih lho… walaupun saya sedikit bingung, kenapa kamu yang punya begitu banyak ‘penggemar’ (yang pastinya menandakan bahwa tulisan-tulisanmu cukup bermutu), mau membajak tulisan orang lain.

Anyway, sebagai ucapan terima kasih karena hari ini kamu berhasil membuat saya senyum-senyum gila, dengan senang hati saya akan menolong mempublikasikan salah satu karya kamu, yang kamu sadur dari blog saya. Mudah-mudahan hal ini akan dapat meningkatkan popularitasmu di ranah maya.

Cuma satu pesan saya, kalau udah terkenal nanti, jangan sombong, ya. ;-)

UPDATE 13 AGUSTUS 2009, 00:40 WIB:

Dengan ini saya mengumumken *dibaca dengan gaya Pak Harto* bahwa entri yang tercantum di atas telah resmi dihapusken oleh sang empunya blog, pada waktu tersebutken. Teriring doa dan ucapan syukur dari saya. Syukur karena tulisan saya nggak jadi lama-lama dibajak (wahai Papa, akhirnya tak ada lagi yang menjiplak kado ulang tahunmu). Doa supaya takkan ada lagi pembajakan-pembajakan serupa di ranah maya ini.

However, untuk Neng Ayu yang cantik jelita, berhubung tulisan saya sudah sempat nangkring di blog Anda selama dua hari penuh, saya tidak akan menghapus link ke blog Anda di sini, sekalipun entri yang bersangkutan sudah Anda hilangkan, KECUALI, tentunya, jika Anda bersedia menghubungi saya secara pribadi untuk mengkomunikasikan 'penyaduran' ini dengan jujur dan tuntas. Mudah-mudahan ini bisa jadi pelajaran untuk kita bersama.

Ngeblog aja kok nyontek. Malu ateuh. ;-)

UPDATE 16 AGUSTUS 2009:

Kemarin saya membaca artikel ini dan ini, dan lagi-lagi tertawa sendiri karena apa yang tertulis di sana ndilalah kok ya mirip dengan apa yang beredar di kepala saya.

Saya cukup sering menemukan tulisan saya dimuat ulang di berbagai media online yang kebanyakan dilakukan tanpa seizin saya. Saya tidak mempermasalahkan hal tersebut, selama orang yang bersangkutan mencantumkan alamat blog ini –atau setidaknya nama saya— sebagai ‘identitas’ PENULIS ASLINYA. Mempublikasikan tulisan di internet yang dapat diakses semua orang, bagi saya, bukan berarti menghilangkan identitas tulisan tersebut dan menjadikannya ‘milik bersama’ sehingga bebas dicomot, disadur, dan dipublikasikan sebagai hasil karya ORANG LAIN.

Terima kasih, Ariadne dan Fekhi, karena telah menyuarakan isi benak saya. Sejujurnya, meski saya menanggapi kejadian ini dengan tertawa, saya sangat berharap peristiwa serupa tidak terulang kepada saya atau siapapun di jagat maya ini. Sebuah karya, bagaimanapun sederhananya, tetap sebuah karya. Penyadaran terhadap hal ini barangkali bisa membuat kita berpikir ulang sebelum mematenkan karya orang lain atas nama kita.

Lagipula, hey… sebagus-bagusnya KW-1, tetep bagusan barang aslinya dong ah. Semua juga tahu. ;-)

UPDATE 26 AGUSTUS 2009:

Terima kasih Ayu, untuk mengontak saya secara pribadi dan meluruskan masalah ini. Link ke blog kamu sudah saya hapuskan dari entri ini. Mari sama-sama belajar. :-)

-----

19 comments:

ariadne said...

maaf tulalit Jen,..
sebenernya ini lugas atau sindiran ya ??
:)

hahaha.. bener Jen, kayak gini mah dibuat lucu2an aja. ambil positif nya, berarti ide tulisan kamu sangat hebring, sampe ada orang keukeuh mau pake :P

PS : menurut saya banyak dikitnya blog viewer or follower ngga menjamin mutu tulisan dari blog itu.


salam

Nanang A.S said...

Salam kenal mbak...

Beberapa kali saya mengunjungi Blog Mbak Jenny. Kaget juga lihat posting terbarunya. Salut sama jiwa besar mbak.
Karena penasaran, saya coba kunjungi blogger plagiat yg mbak maksud. Sepertinya saya agak meragukan juga data profilnya valid. Saya rasa blog tersebut salah satu cara untuk gain traffic saja.
O ya, mohon ijin ngelink ya mbak.

Salam

- na2ng -

Che-A said...

--> Abis dari TKP nih mba'Jen... (skalian ninggalin 'jejak' jg disana... hahaaa...)
Yg sabar yah mba jen........ :)
Teteuuuup u r d'best......

okke said...

oh ini maksudnya.:P
ga lo capture blog si pembajak,tepat di entri yang dibajak? Biar ada bukti... hehe

Lex dePraxis said...

Oh ada yang ngebajak toh, itu bentuk pujian yang terbaik, bukan?

"Ngeblog aja kok nyontek. Malu ateuh. ;-)"

Ahahaha, punchline yang mantap. :D

Ini sudah berkunjung, ditunggu kehadirannya juga yah.

Jenny Jusuf said...

Ariadne: menurut kamu? ;-)

Nanang: itu yang sering bikin saya bingung. Untuk apa gain traffic kalau profilnya nggak valid, bukannya salah satu tujuan gain traffic itu supaya eksis ya?

Che-A: saya udah baca jejakmu, sayang waktu saya balik ke sana untuk meng-capture, entri tersebut sudah dihilangkan. Huhu.

Okke: nyaris, bu. Pas gue balik, udah ilang aja gitu. Padahal lumayan buat kenang-kenangan, jarang-jarang berasa seleb gini. :-D

Lex dePraxis: itu bentuk pujian yang merugikan. Tanya aja sama musisi-musisi yang albumnya dibajak, hehehe.

Kabasaran Soultan said...

Aha ...baru agak sedikit ngerti sekarang .
Soalnya tak pikir aku yang pikun ... ketika membaca tulisan tentang ayah ( kalau ngak salah ) di blog yang anda maksud sesuatu berkata dalam pikirku bahwa sepertinya tulisan tersebut pernah kubaca ....
ho-ho-ho ..ternyata itu to.
Diikhlaskan saja ... bukankah itu akan lebih melegakan rasa.

Jenny Jusuf said...

Kabasaran: saya ikhlas, kok. I don't want to miss all the fun though. :-D

fekhi said...

lah comment gw di blog itu juga dihapus hiksss ;))
padahal sudah puas2nya nampilin link yang ini hihihi... eh pagi2 dah ilang...

Denta Felli Ananda said...

Ya Tuhan, maafkanlah mereka (dia), karena mereka (dia) tidak tahu apa yang telah diperbuatnya...

Hehehehe...
blog war? hmmm, itu karena memang blog kamu segitu bagusnya sampai dicontek sana-sini Jen... Sangat menginspirasi, sampai dia kehabisan ide , bahkan tulisan kamu memenuhi isi kepalanya :)
Mungkin akan lebih baik kalau dia fair, dan kalau memang mau menyadur, ya dicantumkan dengan jelas dari mana sumbernya...supaya nggak disangka ngaku-ngaku hasil karya orang.

mimit said...

betuls aku mendukungmu, mbak Jen.. sebelum yang bersangkutan tuntas menjelaskan padamu maksudnya menyadur.. tampilkan saja terus link-nya hehe.. :)

Jenny Jusuf said...

Fekhi: nggak seru yaaa, hihihi!

Denta: tulisan saya sudah beberapa kali dimuat ulang di tempat lain, cukup sering tanpa seizin saya, dan saya tidak mempermasalahkan selama nama saya atau alamat blog ini dicantumkan. Kalau kasus yang ini sih... saya memaafkan, tapi gak melupakan. :-)

Mimit: hehehe, thank you dear...

Prita said...

"apa ada yang baru di bawah matahari? Nggak ada. Yang menjadikan sesuatu itu baru karena sentuhan KEUNIKAN kita. Jika kita tidak mampu memunculkan KEUNIKAN diri kita dan kita tidak jujur untuk itu, ya nggak ada itu yang namanya penciptaan" (Hernowo)

tenang Mbake, sehebat apapun KW-1, orang2 tetep tau kok mana yang asli. Btw, tulisan Mbak memang hebring bin inspiring, jadi maklumlah kalo banyak yg "gemes" :P

Keep writing ya, aku belajar banyak dr Mbak. Membaca tulisan2 MBak seperti menemukan energi yang sebanding untuk mengalir bersama *halah*, hahahaha :D

G. Lini Hanafiah said...

wah komenku juga kok hilang
hiks
ya sudah lah
:(

Tisti Rabbani said...

maaf, saya juga punya pengalaman sama dgn anda.
tulisan2 saya (walau tdk sebagus anda) sering di copy paste (walau tdk 1 artikel) dan ditulis ulang di blog lain...dgn kode tanggal di mundurkan, jd seolah2 dia terlebih dahulu posting.

mestinya dr awal kita menyadari bhw menulis di dunia maya tdk bisa memberikan garansi 'save' dan siap2 menerima 'perlakuan' ada yg copas tulisan kita.
jadi ya, (kalau saya..) ikhlaskan saja.

keep on writing,
salam kenal...

Jenny Jusuf said...

Hai Tisti,

Terima kasih karena sudah berbagi di sini. Betul, menulis di dunia maya tidak akan bisa memberi garansi save. Saya setuju. Jangankan di dunia maya, buku yang sudah diterbitkan pun masih bisa dibajak kok.

Poin utama saya di sini adalah menekankan bahwa pembajakan, dalam bentuk apa pun dan di media mana pun, adalah sesuatu yang tidak bisa dibenarkan. Kita sedang berbicara tentang karya di sini, dan sebuah karya, sesederhana apa pun, bagi saya adalah 'anak jiwa'. So yeah, saya menerima kenyataan bahwa karya saya dibajak, tapi saya tidak akan tinggal diam. :-)

Itik Bali said...

Hello mbak Jenny,,
salam kenal ya..
selain itu saya datang buat mohon maaf atas kesalahan saya..
dan ternyata untuk mengakui kesalahan itu butuh waktu dan keberanian untuk malu dan siap dipermalukan karena telah mengambil hasil karya orang lain tanpa seijin atau mencantumkan pemiliknya

Sebenernya saya menyadur tulisan itu, bukan karena saya ingin populer seperti selebritis
karena saya memang bukan selebritis
tapi saya memang suka menamakan diri saya seperti itu karena ketidak mampuan saya.

Saya terkesan dengan tulisan mbak Jenny, karena saya tidak bisa membuat tulisan sebagus mbak Jenny
saya hanya anak kemaren sore yang belajar ngeblog yang kebetulan akhirnya banyak yang berkunjung entah karena apa yang saya sendiri tidak tahu.

Saya memang telah berbuat kesalahan yang sangat besar sekali dalam hal blogging
Jujur, saya sejak awal sangat suka dengan blog dan tulisan mbak Jenny
terutama tentang "Seseorang Yang Saya Panggil Ayah"
Entah kenapa, setan di kepala saya bergerak untuk mencontek tulisan mbak Jenny yang menurut saya sangat luar biasa
Tulisan saya ngaco semua, tapi sebenernya saya tak pernah terbersit sedikitpun untuk tidak menghargai hasil karya orang lain
saya dulu sering menghujat plagiator
tapi sekarang saya malah melakukan hal yang hina itu..

Mbak Jenny sangat baik untuk tidak menghujat balik saya dan malah memaafkan saya

Yah, apapun resikonya, saya akan terima itu, Malu, kecewa dengan diri sendiri atau mungkin saya akan dihujat atau dijauhi teman-teman saya sebagai seseorang yang munafik.
Jujur, saya sendiri sekarang benci melihat saya, kenapa saya blog saya yang banyak pengunjungnya sampai bisa saya melakukan hal serendah itu.

Tulisan itu telah saya hapus, walaupun sebelumnya sempat nangkring 2 hari.

Dan sekali lagi, saya mohon maaf telah melakukan hal yang paling hina dalam kode etik jurnalistik
Dan saya tidak akan pernah akan mengulangi lagi..

semoga mbak Jenny mau memaafkan saya dan hal ini menjadi pelajaran berharga
terimakasih.

buwel said...

Salute untuk mbak ama itik deh....:)

Jenny Jusuf said...

Dear Ayu/Itik Bali,

Terima kasih atas itikad baikmu untuk meluruskan masalah ini. I appreciate that. Mudah-mudahan kejadian ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. :-)